JUAL CEPAT Vespa VBB Tahun 64 BANDUNG KODYA

Saya mau jual vespa kesayangan warisan turun temurun dari buyut.
Dijual buat lanjutin sekolah ke jenjang S2.
Vespa VBB tahun 64 PLAT D KODYA BANDUNG warna Peacock Blue.

*Surat-surat :
#STNK BPKB akur dengan nomer rangka dan nomer mesin
#Pajak panjang sampe 2017, baru Balik nama desember 2012 kemarin atas nama saya sendiri
#Plat D kodya bandung tengah

Kondisi :
#Originalitas sekitar 90%
#Mesin sehat siap touring
#Kondisi mesin kering dan terawat baik
#Bodi dan dek mulus tanpa kropos

*SEMUA PART ORIGINAL, KECUALI :
1.Lampu depan dan belakang
2.Spidometer
3.Kepala babi
4.Handgrip
5.Ring lampu depan
6.Cat (Baru di repaint, karena cat asli udh gk enak dipandang mata)
SISANYA ORIGINAL BAWAAN MOTOR.

Saya coba lepas dengan mahar Rp.13.500.000 (Nego).
Barang langka gan, apalagi yg partnya banyak yg masih original.

Silahkan agan hubungi saya di
085624677766 (iman)

Saya prefer COD biar kita sama-sama puas,
cek fisik vespanya, cocok langsung angkut !
cicipin tarikannya, klo gk cocok dan gk jadi beli pun ga apa-apa, saya anggap silaturami sesama scooterist
Dengan senang hati saya tunggu brother semua dirumah, mangga dicicipin dulu VBBnya.

_one scooterist thousand brother_

Image

20130128_15205220130128_15191820130128_15210920130128_15222520130128_152146

Categories: Uncategorized

MISTERI OSAMA BIN LADEN, AMERIKA, DAN YAHUDI DALAM “US DOLLAR”

Begitu gencarnya media massa memberitakan tentang kematian Osama Bin Laden, bahkan di Amerika semua orang merayakannya dengan suka cita.
NAMUN BENARKAH SOSOK OSAMA ITU ADA ?!!!
Atau dia hanyalah sosok yang sengaja dibuat-buat oleh CIA saja ?
Llu benarkah Osama dalang dari semua kegiatan Terorisme ?!!

Sekarang kita kembali ke tragedi 911 (September 11) dimana gedung kembar WTC di New York runtuh ditabrak oleh dua buah pesawat, dan markas pertahanan keamanan militer Amerika, Pentagon juga rusak ditabrak pesawat. Tapi benarkah begitu? Begitu mudahnya bangunan-bangunan
kokoh berkonstruksi baja itu dapat tumbang? Memang ada perhitungan teori fisika yang membuat hal itu mustahil terjadi. Tapi saya tidak akan menjelaskan hal itu saat ini. Sekarang kita bahas saja hal yang lebih tidak masuk akal daripada itu.
Amerika Serikat berdiri kurang lebih 450 tahun yang lalu. Dimana saat itu ditetapkannya pula mata uang Amerika Serikat yang berwarna hijau itu. Dan sejak 450 tahun yang lalu pula mata uang Amerika tidak pernah direvisi.
Sekarang coba kita telaah mata uang yang sejak 450 tahun yang lalu itu belum berubah bentuknya.
Dimulai dari uang 20 Dolar.

Ini uang 20 Dolar Amerika.
Sekarang kita coba lipat. (Ingat bahwa mata uang ini belum pernah dirubah sejak 450 tahun yang lalu)

(Kalau ada yang membawa uang 20 Dolar Amerika, boleh dicoba.)Sekarang kita coba lipat lagi. (Sekali lagi saya ingatkan bahwa mata uang ini belum pernah dirubah sejak 450 tahun yang lalu.)

Sekarang kita lipat lagi seperti ini. (Kita bukan sedang belajar membuat origami ya!)
Kalau sudah…sekarang lipat lagi seperti dibawah ini, dan lihat hasilnya..maksudnya lihat gambar yang dilingkari ini.

Nah loh! Apakah itu??
Itu adalah gambar Pentagon setelah ditabrak pesawat. Lihat gambar gedung yang berasap itu!Kalau masih belum percaya, akan saya perjelas lagi.

Untuk kali ini terbukti bahwa uang 20 Dolar Amerika menyimpan rahasia tentang konspirasi
penghancuran Pentagon.
(oleh siapa? Mata uang ini kan punya Amerika sendiri??)
(Sekali lagi saya ingatkan bahwa mata uang ini belum pernah dirubah sejak 450 tahun yang lalu)
Cukup untuk pesan terselubung Pentagonnya. Sekarang kita ke New York dengan 20 Dolar yang
setengah kusut ini, untuk melihat ada apa di sana.
Masih di 20 Dolar Amerika yang belum pernah dirubah sejak 450 tahun yang lalu.
Sekarang kita pakai sisi lain dari uang 20 Dolar ini.
Langsung saja lipat seperti gambar di bawah ya! (Ikuti instruksi!)

Langsung saja kita lihat hasil karya lipatan kita…Nah loh! Kok begini???

Sepertinya saya kenal gedung itu!
Ya, benar sekali…itu adalah gedung kembar WTC New York yang sekarang tinggal kenangan itu.
Masih belum percaya?? Lihat ini!

(Ingat bahwa mata uang ini belum pernah dirubah sejak 450 tahun yang lalu)
Bagian sebelah kiri ditabrak oleh Flight 175 dari United Airlines yang meluncur dari sebelah kanan
gedung. Sementara bagian sebelah kanan ditabrak oleh Flight 11 yang dimiliki American Airlines
yang meluncur dari sebelah kiri. Lihat tulisan di kanan dan di kiri uang, yang lengkapnya adalah
The United State of America. (Lho? Memangnya 450 tahun yang lalu kedua perusahaan
penerbangan itu sudah ada? Jawabannya, tentu saja belum. Bahkan ke 2 gedung itu -pentagon
dan WTC- bahkan belum dibangun.)
Sekarang kita bahas bagian yang paling aneh dari 20 Dolar kita ini.
Lihat baik-baik gambar ini!

Nah loh! Sudahkan 450 tahun yang lalu OSAMA BIN LADEN lahir??
(Jangankan OSAMA, Buyutnya Kakek Buyutnya saja belum lahir.)
Untuk rahasia dibalik 20 Dolar ini, bisa ditemukannya dari kode :
911 (September 11) >> 9 + 11 = 20
Jadinya 20 Dolar!
Cukup untuk 20 Dolar, karena sudah kusut kita lipat-lipat sekarang kita tukarkan uangnya dengan
sebuah 5 Dolar dan sebuah 10 Dolar. Lihat ini

Dalam 5 Dolar Amerika yang belum pernah dirubah sejak 450 tahun yang lalu juga terdapat
rahasia penghancuran WTC New York.
Sekarang kita lihat uang 10 Dolar kita

Gedung pertama WTC yang sudah berasap.
Belum puas?? Lagi??
Sekarang kita pinjam uang 50 Dolar dari tetangga saya.

Ini WTC saat bangunannya runtuh.
Mau lagi?? Kita pinjam lagi 100 Dolar sama tetangga saya yang tadi.

Lho?? Apa ini??
Ini asap gambar asap dari WTC yang telah runtuh.
Detail sekali mereka membuat pesan terselubung ini!
Sampai-sampai gambar asapnya saja tidak lupa dibuat.
Sudah cukup melipat-lipatnya, kalau terlalu kusut nilai dolar yang kita punya jatuh.
Tahukah kamu siapa yang membuat pesan terselubung ini???
Jawabannya ada di uang 1 Dolar! (Lagi-lagi uang!)
Lihat ini!!

Coba lihat 2 lambang yang ada di dalam 2 lingkaran itu!!

Nah loh!!! Ini lambang ILLUMINATI, yaitu organisasi super rahasia milik YAHUDI.
Lihat lambang MATA HORUS dan TULISAN “NOVUS ORDO SECLOHUM” yang artinya “NEW
WORLD ORDER” atau “TATA DUNIA BARU”

Nah loh!! Mau di jadikan apa kita sama orang-orang ZIONIS Yahudi itu??
Terus lihat yang ini!! Lambang bintang-bintang yang ada di atas kepala burung itu!

Bintang-bintang itu membentuk suatu lambang, yaitu lambang “DAVID STAR” lambang kebanggaan YAHUDI.
Oh iya, untuk diketahui nomor pesawat Flight 11 yang menabrak WTC adalah :
Q33NY
Coba di copy paste nomor ini ke OFFICE WORD dan diblok lalu ubah font-nya ke wingdings.
Nanti hasilnya seperti ini…

Artinya: PESAWAT >> MENABRAK 2 GEDUNG >> KORBAN BERJATUHAN >>> DAN PELAKUNYA ADALAH

Jelas sudah konspirasi seperti apa yang direncanakan oleh Yahudi sejak dahulu. Di mata mereka, kita ini adalah hewan yang sama sekali tidak berharga.
Bagi mereka,hanya golongan mereka lah yang pantas tingal di dunia ini,dan sisanya harus DIMUSNAHKAN !!
Lalu pertanyaannya,
AKANKAH KITA DIAM SAJA???!!!!!

referensi: http://febri-scooter.blogspot.com/2011/04/dollar-wedus.html

Munculkan UMTS Only di N70 Music Edition

Berita baik untuk N70 lovers , sy coba share pengalaman nih .
walaupun hp ini lumayan LAWAS, namun masih tetap mumpuni menurut sy jika penggunaannya dimaksimalkan.

Bagi kalian pengguna N70 yang ingin memunculkan “UMTS” only di networknya , sy ada sedikit trick nih .
N70 dengan network UMTS only sangat langka dan jarang ditemukan , biasanya tipe ini disebut “internet edition”.
penampakannya kurang lebih seperti ini
screenshoot
scrnsht
lalu bagaimana cara memunculkannya ?
1. anda harus install software bernama NSS (Nemesis Service Suite), bisa anda search di om google atau disini

2. anda harus sudah memiliki Nokia Sofware Updater dan Nokia PC Suite (PCS), keduanya bisa anda dapatkan di website resmi nokia.

3.sambungkan n70 anda pada PC/laptop dengan kebel data bawaan.

4.setelah tersambung , jalankan NSS. lalu klik tanda search di pojok kanan atas untuk memindai n70 anda.
lalu klik “phone info” pada tab yang ada.
screenshoot nss

5. masukkan kode 0547100 pada kolom kode yang tersedia dan jangan lupa ceklis pada kolomnya .

6. klik tombol “write” dan tungu beberapa saat . untuk mengecek anda bisa klik tombol “read”. jika berhasil maka akan muncul penampakan seperti gambar diatas.

7.jalankan NSU (nokia software updater) dengan sebelumnya meng-closed NSS-nya.

8. Jalankan NSU dan tungu hingga proses selesai .
NSU biasanya tidak menemukan firmware terbaru dan akan meRELOAD firmware yang sama , namun dengan tambahan UMTS only pada network anda.

screenshoot NSU
dan N70 anda sekarang menjadi N70 internet edition.
pada network akan anda temukan 3 pilihan : Dual mode , gsm only , dan yang terbaru adalah UMTS ONLY.

INGAT !!!! SAAT MENJALANKAN NSU JANGAN PERNAH MENCABUT KABEL , MEMATIKAN PONSEL , MATI LAMPU gara-gara PLN gk bener , ATAU KONEKSI INTERNET TERPUTUS .
HP KESAYANGAN ANDA BISA JADI AKAN MATI TOTAL DAN TIDAK BISA DIPERBAIKI.

cara ini berhasil sy lakukan pada N70 Music edition sy , tipe firmware yang ada pada N70 saya adalah 5.07.05.3.0.1. anda bisa cek tipe firmware pada hp anada dengan cara ketik *#0000#.

SEBAGAI CATATAN , cara ini cukup beresiko , namun 100% AMAN asal anda mengikuti semua prosedur yg sy berikan .
ANDA HARUS TERHUBUNG DENGAN INTERNET DENGAN NOKIA SOFTWARE UPDATER (NSU) !!! DAN CARA INI TIDAK BISA DILAKUKAN JIKA ANDA TIDAK SEDANG TERHUBUNG DENGAN INTERNET .
Tanggung segala resiko yang akan terjadi oleh anda sendiri jika anda ceroboh , koneksi internet atau listrik tiba-tiba mati , atau kabel data anda tercabut saat melakukan trick ini.

Tadi saya coba NSU yang baru, FW gk bisa di reload,
jadi artinya metode mooding ini gk bisa digunakan.
tunggu update dari saya, saya coba mooding pake phoenix.

Categories: phone and trick

Pengertian, Konsep dan Proses Budidaya Laut (Kerang Abalon)

Sejarah Budidaya Laut Kerang Abalone
Budidaya laut adalah upaya manusia melalui masukan tenaga kerja dan energy, untuk meningkatkan produksi laut ekonomis penting dengan memanipulasi laju pertumbuhan, mortalitas dan reproduksi. kegiatan budidaya telah dilakukan sejak dulu yaitu pemeliharaan dalam media air dengan pemberian makanan untuk organisme air yang dipelihara.
Budidaya laut mempunyai sejarah yang panjang sejak 2.000 tahun sebelum Masehi ketika orang di Jepang memulai pemeliharaan tiram laut (oyster). Dari literatur diketahui, bahwa Cina sudah memelihara ikan di air asin sejak 475 sebelum Masehi dan budidaya tiram laut di Junani sejak 100 tahun sebelum Masehi.
Awal budidaya laut atau marikultur di Indonesia ditandai dengan adanya keberhasilan budidaya mutiara oleh perusahaan Jepang pada tahun 1928 di Buton- Sulawesi Tenggara. Selanjutnya, awal tahun 1970-an dilakukan percobaan dan pengembangan budidaya rumput laut (Euchema sp.) di Pulau Samaringa-Sulawesi Tengah, dengan adanya kerjasama antara Lembaga Penelitian Perikanan Laut dan perusaan Denmark. Sementara itu, awal tahun 1980-an banyak pengusaha ekspor ikan kerapu hidup di Kepulauan Riau membuat karamba jaring tancap serta karamba jaring apung sebagai tempat penampungan ikan kerapu hidup hasil tangkapan sebelum di ekspor ke Singapura dan Hongkong. Adapun perkembangan budidaya laut khususnya dalam karamba jaring apung (KJA) dipicu oleh keberhasilan pembenihan ikan bandeng dan ikan kerapu di hatchery secara massal pada tahun 1990-an di Loka Penelitian Budidaya Pantai di Gondol Bali.
Komoditas baru yang patut di budidayakan yakni Abalone karena komoditas ini bisa menjadi santapan eksotis yang bernilai premium, bahkan laku di mancanegara. Mungkin belum banyak orang tahu tentang Abalone, meski komoditas laut ini sudah cukup lama dieksploitasi terutama di Amerika. Menurut sejarah, di Kalifornia Abalone sudah ditangkap oleh penduduk Amerika keturunan Cina sejak 1850-an. Sementara di Indonesia sampai sekarang cuma sedikit orang yang mengetahuinya. Budidaya Abalone mulai diteliti Loka Budidaya Laut Lombok, Nusa Tenggara Barat sejak tahun 1999. Dalam klasifikasi hewan, Abalone termasuk makhluk laut dari kelas Gastropoda, keluarga Haliotidae, jenis Haliotis (kuping laut). Penampilannya mirip siput yang hanya mempunyai cangkang sebelah atas saja. Yang unik, binatang ini endemik, tidak semua tempat ada. Bergerak sangat lambat sehingga predator mudah memangsanya, termasuk manusia. Ia hidup di dasar laut, khususnya dikarang-karang. Wilayah Indonesia yang mempunyai spesies ini adalah NTB (Lombok tengah selatan), Ambon, Madura, dan Bajo (Sulsel).
Mengapa?
Pertambahan penduduk dan perubahan konsumi masyarakat ke arah protein hewani yang lebih sehat adalah salah satu penyebab meningkatnya kebutuhan produk perikanan.
Kegiatan budidaya laut dan pantai berpeluang besar menjadi tumpuan bagi sumber pangan hewani di masa depan, karena peluang produksi perikanan tangkap yang terus menurun
Pengembangan usaha budidaya kerang abalone dimasa datang mempunyai prospek cukup cerah, mengingat beberapa keunggulan yang dimilikinya baik dari teknik budidaya sampai dengan pemasaran.
Daging abalon mempunyai gizi yang cukup tinggi dengan kandungan protein 71,99%; lemak 3,20%; serat 5,60%, abu 11,11%; dan kadar air 0,60% serta cangkangnya mempunyai nilai estetika yang dapat digunakan untuk perhiasan, pembuatan kancing baju dan berbagai bentuk barang kerajinan lainnya. Produksi kerang abalone saat ini lebih banyak diperoleh dari tangkapan di alam, dan ini akan menimbulkan kekwatiran akan terjadinya kelangkaan yang berakhir pada kepunahan.
Di luar negeri Abalone bisa menjadi makanan eksotik yang harganya mahal. Keeksotisan menu abalon tersebut terlihat di salah satu restoran di Hongkong yang memajang produknya di internet. Menu bernama Abalone with congee dipatok seharga US$82 (lebih dari Rp 700.000,00). Karena sifatnya di alam yang mudah ditangkap dan memiliki nilai ekonomis tinggi (sebagai sea food), maka mendorong terjadinya over eksploitasi dan perdagangan hewan ini.
Pengertian??
Budidaya laut merupakan upaya manusia, menggunakan input tenaga kerja dan energi, untuk meningkatkan produksi organisme laut dengan cara memanipulasi pertumbuhan, mortalitas dan reproduksi atau bisa didefinisikan sebagai upaya pengembangan potensi dari sumber daya alam dalam area terbatas baik itu terbuka ataupun tertutup
Jenis-jenis??
Jenis-jenis teknik budidaya yaitu rakit gantung , tambak, keramba jaring apung,dan keramba jaring tancap.
Ruang Lingkup??
1. Oseanografi kimia (pH, salinitas, suhu, mineral anorganik)
2. Oseanografi biologi (sebaran nutrien)
3. Oseanografi Fisika (Gelombang, pasut, arus)
4. management lingkungan
5. sosial – ekonomi (pemberdayaan ke masyarakat pesisir/petani, pengelolaan produksi, management pemasaran)

A. Pemilihan Lokasi
Sebagai langkah awal budidaya laut adalah pemilihan lokasi budidaya yang tepat. Oleh karena itu, pemilihan dan penentuan lokasi budidaya harus didasarkan pertimbangan ekologis, teknis, higienis, sosio-ekonomis, dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemilihan lokasi sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan gabungan beberapa faktor yang dikaji secara menyeluruh.
Kerang abalone hidup pada daerah karang berpasir disekitar pantai dan jarang bahkan tidak terdapat dimuara sungai. Hal ini yang akan menjadi pertimbangan utama dalam memilih lokasi budidaya kerang abalone. Oleh karena itu, tidak semua lokasi dapat dijadikan sebagai tempat budidaya kerang abalone. Selain factor lokasi, faktor yang sangat penting untuk dipertimbangkan adalah faktor keamanan. Faktor keamanan merupakan salah satu penentu dalam keberhasilan setiap kegiatan usaha yang dilakukan. Lokasi yang sangat ideal akan tetapi jika faktor keamanan tidak mendukung akan menimbulkan kerugian akibat dari pencurian dan hal ini akan mengakibatkan kerugian yang cukup besar.

1. Persyaratan teknis
Sesuai dengan sifatnya yang sangat dipengaruhi oleh kondisi perairan, lingkungan bagi kegiatan budidaya laut dalam keramba jaring apung sangat menentukan keberhasilan usaha. Pemilihan lokasi yang baik harus memperhatikan aspek fisika, biologi, dan kimia perairan yang cocok untuk biota laut. Selain itu, pemilihan lokasi perlu juga mempertimbangkan aspek efisiensi biaya operasional budidaya.
2. Persyaratan sosial-ekonomi
Berikut beberapa aspek sosio ekonomi yang perlu mendapat perhatian dalam pemilihan dan penentuan lokasi.
a) Keterjangkauan lokasi. Lokasi budidaya yang dipilih sebaiknya adalah lokasi yang mudah dijangkau.
b) Tenaga kerja. Tenaga kerja sebaiknya dipilih yang memiliki tempat tinggal berdekatan dengan lokasi budidaya, terutama pemberdayaan masyarakat dan nelayan.
c) Sarana dan pra sarana. Lokasi budidaya sebaiknya berdekatan dengan sarana dan prasarana perhubungan ynag memadai untuk mempermudah pengangkutan bahan, benih, hasil dan lain-lain.
d) Kondisi masyarakat. Kondisi masyarakat yang lebih kondusif akan memungkinkan perkembangan usaha budidaya laut di daerah tersebut.
3. Persyaratan non-teknis
Persyaratan non-teknis yang harus dipenuhi dalam pemilihan lokasi adalah :
a) Keterlindungan. Lokasi budidaya harus terlindung dari bahaya fisik yang dapat merusaknya. Misalnya gelombang besar dan angin. Oleh karena itu, lokasi budidaya biasanya dipilih di tempat yang terlindung atau terhalang oleh pulau.
b) Keamanan lokasi. Masalah pencurian harus dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi budidaya agar proses budidaya aman dan tidak terganggu.
c) Konflik kepentingan. Lokasi budidaya tidak boleh menimbulkan konflik kepentingan, misalnya, antara kegiatan perikanan dan nonperikanan (pariwisata).
d) Aspek peraturan dan perundang-undangan. Pemilihan lokasi harus sesuai dan tidak melanggar peraturan agar budidaya dapat berkelanjutan.
B. Teknis Budidaya
Berdasarkan pada metode budidaya, saat ini Loka Budidaya Laut-Lombok telah menerapkan dan mengembangkan 2 metode, yaitu; 1). Metode pen-culture (kurungan tancap) dan 2). Metode Keramba Jaring Apung (KJA). Pada kedua metode ini memiliki spesifikasi lokasi yang berbeda.
a. Metode Pen-Culture.
Persyaratan lokasi untuk budidaya kerang abalone dengan metode pen-culture adalah sebagai berikut:
- Daerah pantai dengan curah hujan rendah
Lokasi sebaiknya mempunyai curah hujan rendah sepanjang tahun, hal ini untuk menghindari fluktuasi parameter air laut terutama salinitas yang mencolok. Pada daerah curah hujan tinggi akan berdanpak sangat buruk pada saat air surut, yaitu air hujan akan tergenang pada lokasi pen-culture, akibatnya salinitas akan turun secara drastis. Apabila hal ini berlangsung cukup lama akan menimbulkan stress dan membahayakan kehidupan kerang abalone dan berujung pada kematian.
- Daerah pantai yang jauh/tidak ada muara sungai.
Hal ini bertujuan untuk menghindari abrasi air tawar yang dapat mengakibatkan perubahan kualitas air, terutama salinitas serta partikel dan limbah yang terbawa oleh arus sungai. Keadaan sperti ini memberikan danpak yang buruk terhadap kehidupan kerang abalone. Oleh karena itu, daerah ini sebaiknya tidak dijadikan lokasi buddiaya kerang abalone.
- Keadaan pantai yang landai/datar (tidak curam/terjal).
Kedaan pantai yang landai/datar akan memudahkan dalam membangun konstruksi pen-culture, demikian sebaliknya, pada daerah pantai yang terjal akan mengakibatkan sulitnya menempatkan konstruksi/wadah budidaya.
- Dasar pantai pasir berkarang dan terdapat alga laut yang tumbuh (ex: padang lamun)
Pemilihan lokasi yang seperti ini untuk mendekatkan keadaan wadah budidaya dalam bentuk habitat asli kerang abalone. Selain itu, pada daerah berpasir suspensi atau partikel lumpur dalam badan air sangat sedikit sehingga kejernihan air tetap terjamin. Adanya alga yang tumbuh pada daerah tersebut akan menjadi tolak ukur untuk kesinambungan ketersediaan pakan serta kelangsungan hidup pakan yang akan diberikan seperti Gracilaria sp. Sebaliknya, pada daerah berlumpur akan terus terjadi kekeruhan akibat partikel tanah yang terbawa dalam badan air yang dapat menimbulkan endapan/sedimen yang pada akhirnya membahayakan kehidupan kerang abalone yaitu kerang abalone dapat tertimbun dalam endapan tersebut sehingga menyulitkan untuk memperoleh oksigen yang akhirnya tingkat mortalitas menjadi tinggi.
- Ketinggian air saat surut terendah.
Pada saat surut terendah, sebaiknya lokasi tetap pada daerah yang tergenang air, jika lokasi terletak pada daerah pantai yang kering, maka bagian dalam pen-culture harus digali dengan kedalaman minimal 10-15cm dengan tujuan untuk mempertahankan genangan air saat surut terendah. Hal ini bertujuan untuk menghindari perubahan suhu yang sangat mencolok dan menghindari kekeringan pada kerang abalone yang dalam jangka waktu lama dapat mengakibatkan kematian.
- Mudah dijangkau dan diawasi.
Lokasi harus mudah dijangkau (dekat dengan tempat tinggal), bertujuan untuk memudahkan pengawasan setiap saat, terutama kerusakan konstruksi atau hal lain yang dapat menimbulkan kerugian dan membahayakan kehidupan kerang abalone, seperti; adanya predator. Selain itu, dekatnya lokasi juga merupakan tindakan pengamanan yang tepat.
- Gelombang/ombak pantai yang tidak terlalu besar
Daerah pantai yang dijadikan lokasi harus terlindung dari hempasan ombak yang cukup besar, bertujuan untuk menghindari kerusakan pada wadah/konstruksi pen-culture. Hal lain, lokasi yang memiliki ombak besar maka usia ekonomis sarana akan menjadi pendek serta akan menambah biaya dalam konstruksi yang harus dibuat kokoh serta perbaikan, tentunya hal ini akan memperkecil margin keuntungan dan bahkan dapat mengakibatkan kerugian.
b. Metode KJA
Pemilihan lokasi budidaya kerang abalone dengan metode KJA pada prinsipnya sama dengan pemilihan lokasi pada budidaya ikan kerapu bebek (Cromileptes altivelis) dengan sistim KJA. Oleh karena itu, budidaya kerang abalone dapat dilakukan secara bersama dengan ikan kerapu bebek dalam jaring yang berbeda ataupun terpisah. Adapun persyaratan lokasi adalah sebagai berikut:
- Faktor gangguan alam.
Gelombang dan Arus:
Gelombang yang besar akan mengakibatkan goncangan rakit yang cukup kuat, hal ini akan menyebakan rusaknya konstruksi rakit dan kesulitan dalam bekerja. Selain itu, kekuatan arus juga sangat menentukan. Arus erat kaitannya dengan sirkulasi air dalam wadah pemeliharaan/jaring. Arus yang kuat akan dapat mengakibatkan terlilitnya wadah/jaring. Oleh karena itu, besar gelombang sebaiknya
Bukan daerah up-welling:
Lokasi ini terhindar dari proses perputaran air dasar kepermukaan (up-welling). Pada daerah yang sering terjadi up-welling sangat membahayakan kehidupan organisme yang dipelihara, dimana air bawah dengan kandungan oksigen yang sangat rendah serta gas-gas beracun akan kepermukaan yang dapat menimbulkan kematian secara massal. Lokasi seperti ini sebaiknya dihindari.
Pencemaran:
Kerang abalone merupakan hewan yang bergerak sangat lambat sehingga jika terjadi pencemaran baik pencemaran industri, tambak maupun dari limbah masyarakat setempat akan sulit untuk menghindar, akibatnya akan mengalami kematian secara massal.
Kedalaman perairan:
Kedalaman perairan sangat berpengaruh terhadap kualitas air pada lokasi tersebut. Lokasi yang dangkal akan lebih mudah terjadinya pengadukan dasar akibat dari pengaruh gelombang yang pada akhirnya menimbulkan kekeruhan. Sebagai dasar patokan pada saat surut terendah sebaiknya kedalaman perairan lebih dari 3m dari dasar waring/jaring.
- Faktor kualitas air.
Tabel 1. Parameter kualita air untuk budidaya kerang abalone (H. asinina).
No Parameter Satuan Nilai rata-rata
1. Salinitas ppt 30-33
2. Suhu °C 29,5-30
3. DO mg/l 5,9-6,11
4. pH - 8,2-8,9
5. Amonia ppm
6 Kecerahan m >10
Sumber: Loka Budidaya Laut-Lombok, NTB. 2005
Faktor kualitas air bukan merupakan suatu kendala jika daerah tersebut merupakan daerah budidaya ikan kerapu. Lain halnya pada lokasi yang baru, perlu dilakukan suatu pendekatan dengan cara pengukuran parameter kualitas air serta tindakan uji coba yang bersifat sederhana jika tidak memiliki alat pengukur kualitas air yaitu dengan cara memelihara beberapa ekor kerang abalone pada daerah tersebut, minimal sekitar 2-4 minggu (sekitar 1 bulan), dan parameter yang diamati adalah dapat bertahan hidup dan mampu memakan pakan yang diberikan. Ini yang akan dijadikan sebagai tolak ukur bahwa lokasi tersebut telah mampu mendukung budidaya kerang abalone.

Proses kegiatan
Pra budidaya??
Pra budidaya yaitu waktu dimana sebelum dilakukannya budidaya,yang termaksud didalam pra budidaya antara lain : Sumber Daya Manusia (SDM) , Modal, Pasar dan Konsumen, dan Teknik budidaya.
Sumber Daya Manusia merupakan aspek penting dalam melakukan suatu kegiatan budidaya, karena tanpa sumber daya manusia mustahil kita bisa melakukan budidaya. SDM yang berkaitan dengan ketersediaan tenaga terampil seringkali menjadi masalah yang sangat mendasar.Namun, penyediaan tenaga terampil dapat diupayakan melalui pelatihan-pelatihan.Biasanya kita dapat manfaatkan warga sekitar lokasi budidaya yang tidak mempunyai pekerjaan tetap, sehingga dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi mereka.
Modal merupakan faktor yang mungkin bisa dikatakan harus di punyai setiap pembudidaya, biasanya para pembudidaya bekerjasama dengan para investor.
Pasar dan Konsumen perlu diperhatikan sebelum melakukan kegiatan budidaya. Mungkin dalam budidaya abalone di Indonesia masih belum terkenal makanya pembudidayaan ini harus segera dikembangkan karena sangat bermanfaat dan menjadi potensi yang menjajikan.
kerang abalone merpakan hewan herbivore, yaitu hewan pemakan tumbuh-tumbuhan dan aktif makan pada suasana gelap. Jenis makanannya adalah seaweed yang biasa disebut makro alga. Jenis seaweed/makro alga yang tumbuh dilaut sangat beraneka ragam. Secara garis besar ada 3 golongan seaweed/makro alga yang hidup di laut, yaitu; 1) makro alga merah (Red seaweeds), 2) alga coklat (Brown seaweeds), dan 3) alga hijau (Green seaweed). Ketiga golongan tersebut terbagi atas beberapa jenis dan beraneka ragam. Keragaman tersebut tidak semuanya dapat dimanfaatkan kerang abalone sebagai makanannya.
Metode produksi benih Abalone adalah melakukan seleksi induk dari alam, pemijahanalami, pemeliharaan pakan hidup, pemeliharaan larva Abalone dan pendederan, panen benih untuk pembesaran. Pemeliharaan larva dilakukan dalam bak fibre glass kapasitas 1,5 m3. Pakan awal berupa benthic Nitzschia sp, benih Abalone umur 2-2,5 bulan sudah dapat memakan rumput laut jenis Gracilaria sp.
Budidaya ??
Monotoring organisme, bibit, alat rekonstruksi, lingkungan
Pakan merupakan hal terpenting dalam hal budidaya kerang abalone, pakan untu kerang abalone adalah makroalga atau biasanya seaweed. Berikut ini spesies/jenis seaweed yang dapat dimanfaatkan kerang abalone sebagai makanannya, yaitu:
a. Makro alga merah, yaitu:
- Corallina
- Lithothamnium
- Gracilaria
- Jeanerettia
- Porphyra
b. Makro alga coklat:
- Ecklonia
- Laminaria
- Macrocystis
- Nereocystis
- Undaria
- Sargasum
c. Makro alga hijau, seperti Ulva
Pasca-Budidaya ??
Pemanenan abalon dilakukan tanpa menggunakan alat, tetapi menggunakan tangan setelah tercapai ukuran pasar. Pada daerah terpencil, abalon yang ditangkap nelayan diawetkan dengan cara direbus, kemudian dikeringkan sebelum dijual/diekspor. Untuk saat ini, hasil budidaya abalon dijual dalam bentuk diawet secara didinginkan/dibekukan.
Manajemen pemasaran :
a. Penawaran
jumlah produksi dan jhasil panen budidaya abalon masih dalam tahap pengembangan jadi untuk pemasaran masih kurang optimal dan belum bisa ditentukan secara pasaran.
b. Harga
untuk budidaya abalone ini belum mengetahui harganya secara pasti.
c. Pemasaran
pemasaran budidaya abalone masih dalam tahap pengembangan masih harus dikembangkan secara intensif karena memilki potensi yang akan bermanfaat dari segi ekonomi maupun sosial.

Categories: Marine Ecology

DAFTAR ISTILAH EKOLOGI LAUT TROPIS

RESUME MATERI EKOLOGI LAUT TROPIS

DAFTAR ISTILAH
Fisiologis : adaptasi yang berhubungan dengan fungsi organ dalam tubuh suatu makhluk hidup
Morfologis : adaptasi yang berupa perubahan secara fisik (biasanya terlihat dari luar)
Kultural : adaptasi tingkah laku suatu makhluk hidup terhadap lingkungannya
Siklus : sesuatu yang sifatnya berkelanjutan dan bolak-balik
Biotik : organisme hidup pada suatu lingkungan
Abiotik : organisme tak hidup (benda tak hidup) pada suatu lingkungan
Wethering : pelapukan
Atmospheric input : nutrien yang berasal dari atmosfer
Biological nitrogen fixation : fiksasi senyawa nitrogen secara biologi
Immigration : perpindahan dari suatu tempat ke tempat lain dan akan kembali lagi ke tempat semula
Erosion : pengikisan tanah
Leaching : pelepasan
Instrusi : masuknya sesuatu ke sebuah area
Gasseous losses : proses pembuangan gas
Amigration : kembali dari migrasi
Harvesting : memanen
Respirasi : proses pertukaran oksigen dan karbondioksida dalam tubuh
Erupsi : letusan/ledakan
Vulkanik : aktivitas material pada gunung meravi
Fotosintesis : proses pembuatan nutrien oleh tumbuhan dengan bantuan klorofil (zat hijau daun ) dan cahaya matahari
Integrated coastal zone management : pengelolaan sumber daya pesisir terpadu
Pengikisan pantai : berkurangnya area (daratan) pantai akibat terkikis oleh gelombang laut
Feeding ground : area/tempat mencari makan
Spawning ground : area/tempat pemijahan
Nursery ground : area/tempat pengasuhan(pendewasaan)
Tanin : zat yang dikeluarkan oleh mangrove

PENULIS :

IRMAN EKA SEPTIARUSLI 230210080046
ALFIAN NURRACHMAN 230210080071

Categories: Marine Ecology

Ekosistem Mangrove Di Jawa Barat

Ekosistem Mangrove di Jawa Barat

Pendahuluan

Mangrove sebagai salah satu komponen ekosistem pesisir memegang peranan yang cukup penting, baik di dalam memelihara produktivitas perairan pesisir maupun di dalam menunjang kehidupan penduduk di wilayah tersebut. Bagi wilayah pesisir, keberadaan hutan mangrove, terutama sebagai jalur hijau di sepanjang pantai/muara sungai sangatlah penting untuik suplai kayu bakar, nener/ikan dan udang serta mempertahankan kualitas ekosistem pertanian, perikanan dan permukiman yang berada di belakangnya dari gangguan abrasi, instrusi dan angin laut yang kencang.

Indonesia sebagai negara kepulauan yang terdiri lebih dari 17.508 buah pulau besar dan kecil dengan panjang garis pantai sekitar 81.000 km (Soegiarto, 1984). Sebagian daerah tersebut ditumbuhi hutan mangrove dengan lebar beberapa meter sampai beberapa kilometer. Berdasarkan luasnya kawasan, hutan mangrove Indonesia merupakan hutan mangrove terluas di dunia (FAO, 1982). Namun demikian, kondisi mangrove Indonesia baik secara kualitatif dan kuantitatif terus menurun dari tahun ke tahun. Kusmana (1995) melaporkan bahwa pada tahun 1982, hutan mangrove di Indonesia tercatat seluas 4,25 juta ha sedangkan pada tahun 1993 menjadi 3,7 juta ha, dimana sekitar 1,3 juta ha sudah disewakan kepada 14 perusahaan Hak Pengusahaan Hutan (HPH).

Pada periode 1982‐1993, terjadi penurunan luasan mangrove dari 5,21 juta menjadi 2,5juta ha dan terjadi hampir merata di seluruh wilayah pesisir.

Secara fisik kerusakan-kerusakan lingkungan yang diakibatkannya berupa abrasi,intrusi air laut, hilangnya sempadan pantai serta menurunnya keanekaragaman hayati dan musnahnya habitat dari jenis flora dan fauna tertentu. Kerusakan kawasan pantai mempunyai pengaruh kondisi sosial ekonomi masyarakat yang hidup di dalam atau di sekitarnya. Kemunduran ekologis mangrove dapat mengakibatkan menurunnya hasil tangkapan ikan dan berkurangnya pendapatan para nelayan kecil di kawasan pantai tersebut. Eksploitasi dan degradasi kawasan mangrove mengakibatkan perubahan ekosistem kawasan pantai seperti tidak terkendalinya pengelolaan terumbu karang, keanekaragaman ikan, hutan mangrove, abrasi pantai, intrusi air laut dan punahnya berbagai jenis flora dan fauna langka, barulah muncul kesadaran pentingnya peran ekosistem mangrove dalam menjaga keseimbangan ekosistem kawasan pantai.

Adanya pertambahan penduduk yang terus meningkat, memacu berbagai jenis kebutuhan yang pada akhirnya bertumpu pada sumberdaya alam yang ada. Ekosistem mangrove merupakan salah satu sumberdaya alam yang tidak terlepas dari tekanan tersebut.Pada saat ini telah terjadi konversi ekosistem mangrove menjadi lahan pertanian, perikanan(pertambakan), dan pemukiman yang tersebar hampir di seluruh Indonesia. Padahal kekayaan flora dan faunanya belum diketahui secara pasti, begitu pula dengan berbagai hal yang terkait dengan keberadaan ekosistem mangrove tersebut. Untuk itu perlu diambil langkah-langkah penanganan konservasi ekosistem mangrove.

Kekawatiran terus manurunnya kondisi hutan mangrove juga terjadi pada hutan mangrove di daerah pesisir pantai Pulau Jawa, termasuk di pesisir pantai Jawa Barat dan Banten. Fenomena ini, jelas akan mengakibatkan kerusakan kualitas dan kuantitas potensi sumberdaya ekosistem pesisir, di mana hutan mangrove itu berada serta menurunnya, bahkan hilangnya fungsi lindung lingkungan dari hutan mangrove tersebut. Oleh karena itu, untuk mengembalikan fungsi dan manfaat hutan mangrove yang rusak harus dilakukan kegiatan rehabilitasi dengan terlebih dahulu mengetahui kondisi kerusakannya.

Dalam rangka untuk mendukung tercapainya tujuan tersebut, pada bulan Mei 1997 telah dilakukan kegiatan identifikasi dan inventarisasi kerusakan kawasan mangrove di pesisir Jawa Barat dan Banten.

Ciri dan Karakteristik Ekosistem Mangrove

Ekosistem mangrove hanya didapati di daerah tropik dan sub-tropik. Ekosistem mangrove dapat berkembang dengan baik pada lingkungan dengan ciri-ciri ekologik sebagai berikut:

(a). Jenis tanahnya berlumpur, berlempung atau berpasir dengan bahan-bahan yang berasal dari lumpur, pasir atau pecahan karang;

(b). Lahannya tergenang air laut secara berkala, baik setiap hari maupun hanya tergenang pada saat pasang purnama. Frekuensi genangan ini akan menentukan komposisi vegetasi ekosistem mangrove itu sendiri;

(c). Menerima pasokan air tawar yang cukup dari darat (sungai, mata air atau air tanah) yang berfungsi untuk menurunkan salinitas, menambah pasokan unsur hara dan lumpur;

(d). Suhu udara dengan fluktuasi musiman tidak lebih dari 5ºC dan suhu rata-rata di bulan terdingin lebih dari 20ºC;

(e). Airnya payau dengan salinitas 2-22 ppt atau asin dengan salinitas mencapai 38 ppt;

(f). Arus laut tidak terlalu deras;

(g). Tempat-tempat yang terlindung dari angin kencang dan gempuran ombak yang kuat;

(h). Topografi pantai yang datar/landai.

Habitat dengan ciri-ciri ekologik tersebut umumnya dapat ditemukan di daerah-daerahpantai yang dangkal, muara-muara sungai dan pulau-pulau yang terletak pada teluk.

Fungsi Dan Kerusakan Ekosistem Mangrove

Ekosistem mangrove dikategorikan sebagai ekosistem yang tinggi produktivitasnya(Snedaker, 1978) yang memberikan kontribusi terhadap produktivitas ekosistem pesisir(Harger, 1982). Dalam hal ini beberapa fungsi ekosistem mangrove adalah sebagai berikut:

(a). Ekosistem mangrove sebagai tempat asuhan (nursery ground), tempat mencari makan(feeding ground), tempat berkembang biak berbagai jenis krustasea, ikan, burung,biawak, ular, serta sebagai tempat tumpangan tumbuhan epifit dan parasit seperti anggrek, paku pakis dan tumbuhan semut, dan berbagai hidupan lainnya;

(b). Ekosistem mangrove sebagai penghalang terhadap erosi pantai, tiupan angin kencang dan gempuran ombak yang kuat serta pencegahan intrusi air laut;

(c). Ekosistem mangrove dapat membantu kesuburan tanah, sehingga segala macam biota perairan dapat tumbuh dengan subur sebagai makanan alami ikan dan binatang laut lainnya;

(d). Ekosistem mangrove dapat membantu perluasan daratan ke laut dan pengolahan limbah

organik;

(e). Ekosistem mangrove dapat dimanfaatkan bagi tujuan budidaya ikan, udang dan kepiting mangrove dalam keramba dan budidaya tiram karena adanya aliran sungai atau perairan yang melalui ekosistem mangrove;

(f). Ekosistem mangrove sebagai penghasil kayu dan non kayu;

(g). Ekosistem mangrove berpotensi untuk fungsi pendidikan dan rekreasi . Ekosistem mangrove sangat peka terhadap gangguan dari luar terutama melalui kegiatan reklamasi dan polusi. Waryono (1973) ; Saenger et al. (1983), dan Kusmana (1993) melaporkan bahwa ada tiga sumber utama penyebab kerusakan ekosistem mangrove, yaitu:

(a) pencemaran, (b) penebangan yang berlebihan/tidak terkontrol, dan (c) konversi ekosistem mangrove yang kurang mempertimbangkan factor lingkungan menjadi bentuk lahan yang berfungsi non-ekosistem seperti pemukiman, pertanian, pertambangan, dan pertabakan.

Kondisi Ekosistem Mangrove di  Jawa Barat

Secara umum potensi sumberdaya dapat pulih pesisir Jawa Barat terdiri atas tujuh jenis, yaitu hutan mangrove, terumbu karang, budidaya tambak, budidaya laut, wisata bahari, perikanan laut dan konservasi. Di kawasan pesisir utara Jawa Barat potensi ekosistem pesisir terbesar adalah (a)ekosistem mangrove dengan luas sekitar 7.600 ha yang menyebar di Kabupaten Bekasi, Subang,Karawang, Indramayu dan Cirebon; (b) potensi budidaya tambak yang mencapai luas sekitar 30.080 ha yang tersebar di Kabupaten Bekasi, Karawang, Subang dan Indramayu; (c) potensi perikanan laut juga masih dapat dikembangkan di kawasan ini terutama untuk jenis-jenis ikan tertentu.

Panjang garis pantai propinsi Jawa Barat sepanjang 365,059 km yang terbentang dari Kabupaten Bekasi sampai Kabupaten Cirebon. Panjang pantai masing-masing Kabupaten/Kota adalah sebagai berikut: Kabupaten Bekasi 37,829 km, Karawang 84,230 km, Subang 68 km, Indramayu 114 km,Cirebon 54 km dan Kota Cirebon 7 km. Pantai Jawa Barat bagian utara hampir seluruhnya didominasi oleh pantai berpasir. Secara ekologis, wilayah pesisir sangat kompleks dan memiliki nilai sumberdaya yang tinggi. Bila diperhatikan batasannya, wilayah pesisir pantai Jawa Barat bagian utara akan mencakup sub sistem daratan pesisir (shore land) dan perairan pesisir (coastal water). Kedua sub sistem yang berbeda tetapi saling berinteraksi melalui media aliran massa air.

Ekosistem mangrove di Kabupaten Bekasi terdapat di tiga wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Babelan, Muara Gembong dan Tarumajaya, dengan luas lahan hutan bakau terluas terdapat di Kecamatan Muara Gembong. Di beberapa lokasi hutan bakau tersebut berada pada kondisi yang kritis, baik disebabkan oleh abrasi pantai maupun adanya penebangan pohon bakau oleh masyarakat.

Hasil peninjauan lapangan oleh PKSPL-IPB tahun 2000, dari 2.104,535 ha hutan mangrove, yang mengalami abrasi seluas 109,567 ha. Kerusakan hutan mangrove juga disebabkan oleh banyaknya penebangan hutan oleh masyarakat untuk dijadikan lahan empang dan pembuatan rumah musiman oleh nelayan khususnya sepanjang kali Muara Bendera dengan tidak memperhitungkan dampak yang akan muncul.

Gambar 1.Kondisi Mangrove di Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi

Kabupaten Bekasi memiliki garis pantai 72 kilometer, berada di tiga kecamatan di wilayah utara dan membentang dari perbatasan Jakarta sampai perbatasan Karawang. Berdasarkan pengamatan lapangan dan penelusuran data sekunder, kondisi hutan mangrove yang dulu tebal, kini rusak akibat abrasi dan pengambilan manfaat langsung oleh manusia dan kebijakan yang tidak mendukung terhadap lingkungan. Spesies yang dilindungi seperti lutung jawa (trachypitecusauratus) dan burung Kuntul (Ardeidae) kini menghilang.

Mangrove yang dimiliki Kabupaten Bekasi tersebar di Kecamatan Muaragembong, Babelan dan Tarumajaya. Dari analisis yang dilakukan, luas wilayah hutan bakau dalam kurun waktu 59 tahun (1943-2006) telah mengalami penyusutan dan mengalami perubahan secara signifikan, dan luasnya tinggal 16,01 persen dari semula 10.000 hektare menjadi 1.580,05 hektare. Adapun fauna yang sebelumnya berasosiasi dengan hutan bakau di pesisir Kabupaten Bekasi, terdapat 32 jenis, sebagian besar burung rawa seperti kuntul. Juga hewan langka dan dilindungi seperti lutung jawa serta berbagai hewan yang mempunyai potensi ekonomi untuk dibudidayakan, antara lain udang dan kepiting bakau.

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan, dulu terdapat sekitar 15 ribu hektar hutan mangrove yang terdiri dari 10 ribu hektar lahan yang dimiliki PT Perhutani dan sisanya milik masyarakat. Tetapi, sekarang hutan mangrove yang didominasi jenis bakau milik Perhutani tinggal sekitar 10 hektare. Sedangkan hutan mangrove yang dimiliki rakyat juga mengalami kerusakan. Luas keseluruhan hutan yang saat ini tersisa, tercatat hanya sekitar 600 hektare.

Banyak faktor yang menjadi penyebab kerusakan hutan mangrove, di antaranya karena faktor alam seperti banjir, juga karena penebangan pohon bakau. Masyarakat di pesisir pada saat awal kerusakan, umumnya memiliki kekhawatiran, jika mangrove tumbuh subur akan membuat masyarakat kehilangan tanah tempat tinggal atau lahan garapan. Selain itu, perilaku masyarakat di tiga wilayah pesisir mengindikasikan ada beberapa pihak yang beralasan, jika membiarkan di pesisir tumbuh hutan mangrove akan mengakibatkan pihak Perhutani mengakui lahan tersebut sehingga mereka tidak dapat lagi tinggal di sana.

Pada tahun 2005 dan 2006, Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (Gerhan) meremajakan pesisir dengan menanam 729 ribu pohon jenis bakau dan api-api pada lahan 200 hektar di Kecamatan Babelan dan Tarumajaya. Pemerintah Bekasi sendiri, pada tahun yang sama juga melakukan penanaman mangrove dengan volume 75 ribu pohon pada lahan seluas 25 hektare di Kecamatan Muaragembong. Kegiatan ini mengalami kegagalan, selain dari ulah masyarakat, terjadi banjir awal Februari 2007. Tanaman yang termasuk kepada kelompok mangrove, umumnya memiliki karakter yaitu baru berakar kuat apabila telah berumur 3-5 tahun sejak penanaman sehingga ketika terjadi banjir, banyak tanaman mangrove yang tercabut lagi.Kabupaten Bekasi merupakan salah satu daerah yang mendapat bantuan dari program Gerhan periode 2003-2008. Secara berturut-turut pada tahun 2003 sampai 2006, daerah ini telah menerima bantuan bibit untuk rehabilitasi di Kecamatan Muaragembong, Babelan, dan Tarumajaya. Tetapi, mulai pada tahun 2006, Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bekasi tak lagi menerima program bantuan tersebut. Sebab, saat itu mangrove yang baru ditanam pada program tahun 2005 sudah mengalami kerusakan, sehingga dipertimbangkan untuk tidak menerima bantuan dulu sampai ada pemecahan.

Berdasarkan data Bappeda Kabupaten Bekasi, terdapat 35 kilometer panjang pesisir laut di wilayah ini yang meliputi Kecamatan Muaragembong 22 kilometer, Kecamatan Babelan tiga kilometer, dan Tarumajaya enam kilometer dengan total luas hutan mangrove 15 ribu hektare. Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bekasi 2003-2013, tiga kecamatan pesisir wilayah ini diarahkan untuk hutan lindung dengan ketebalan hutan minimal 500 meter dari bibir pantai.

Sementara, berdasarkan wawancara di lapangan, warga Desa Hurip Jaya, Babelan, KabupatenBekasi mengungkapkan, di jarak 500 meter desanya, dulu masih banyak ditumbuhi berbagai jenis mangrove, seperti tanaman bakau. Ketebalan hutan bakau pada 10-15 tahun lalu disebutkan antara 300-400 meter.

Sedangkan di wilayah Kabupaten Karawang tersebar di tujuh kecamatan yang ada di Kabupaten Karawang, dengan prosentase tegakan pohon bakau terbesar (>15%) terdapat di Desa Sukakerta dan Sukajaya di Kecamatan Cilamaya, di Desa Sedari di Kecamatan Cibuaya. Jenis bakau yang ada antara lain Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Avicennia marina, Sonneratia alba, Lumnitzera racemosa, sedangkan vegetasi lainnya adalah Dolichandrone spatacea, Acrostichum aurecum, Acanthus ilicifoleus.

Hasil analisis data LANDSAT MSS dan MOS-MSSR melalui penelitian Dimyati (1994) menunjukkan bahwa terdapat penurunan luasan mangrove dari tahun 1984 hingga 1991 akibat konversi menjadi tambak dan lahan lain.

Gambar 2.

Mangrove diantara Tambak Masyarakat di Pesisir Kabupaten Karawang

Hutan mangrove yang terdapat di Kabupaten Subang merupakan hutan bakau binaan. Hutan mangrove di kawasan pantai Subang bagian utara berada di bawah otoritas pengelolaan Perum Perhutani BKPH Ciasem-Pamanukan. Analisis data LANDSAT-TM Multitemporal tahun 1988, 1990, 1992 dan 1995 menunjukkan bahwa luasan mangrove di kawasan ini dalam periode 1988-1992 mengalami pengurangan luasan dari 2.087,7 ha pada tahun 1988 menjadi 1.729,9 ha tahun 1990 dan 958,2 ha tahun 1992. Namun antara tahun 1992 dan 1995 terjadi penambahan luasan menjadi 3.074,3 ha. Pengurangan tersebut berhubungan dengan kegiatan konversi lahan termasuk perluasan area pertambakan, sedangkan penambahan luas pada periode akhir menunjukkan keberhasilan penggalakan program perhutanan sosial yang dilakukan melalui tambak tumpangsari.

Hasil analisis data LANDSAT tersebut juga menunjukkan bahwa tingkat kerapatan kanopi mangrove selama periode pengamatan mengalami pengurangan (Budiman dan Dewanti, 1998). Upaya pelaksanaan budidaya dilakukan dengan melibatkan masyarakat yang tinggal di daerah pesisir. Sebagian hutan bakau dimanfaatkan sebagai daerah wisata pantai seperti di Pondok Bali, Subang.

Gambar3.

Mangrove dengan Sistem Silvofishery di Blanakan Kabupaten Subang

Area mangrove yang terdapat di Kabupaten Indramayu relatif sedikit. Pengelolaannya dilakukan oleh Perhutani Kabupaten Indramayu. Daerah yang relatif banyak dijumpai mangrovenya adalah daerah pesisir di Kecamatan Losarang, Kandanghaur dan Sindang.Sedangkan di Kecamatan Eretan relatif sedikit, kurangnya pengelolaan oleh masyarakat menyebabkan adanya abrasi pantai.

Ekosistem mangrove di Kabupaten Indramayu juga mengalami tekanan ekologis. Kerusakan hutan bakau (mangrove) di wilayah pesisir Kabupaten Indramayu ditengarai kian meluas dari waktu ke waktu. Kondisi itu dimungkinkan akibat terjadinya alih fungsi dari lahan hutan menjadi tambak dan pemukiman, di samping terjadinya perambahan dan penebangan liar.

Kabupaten Indramayu yang memiliki garis pantai sepanjang 114 km, kerusakan hutan mangrove yang ada diketahui relatif cukup parah. Wilayah yang mengalami kerusakan hutan mangrove paling parah diantaranya di Kecamatan Juntinyuat, Balongan, Sukra, Krangkeng dan Kecamatan Indramayu. Pemkab Indramayu melalui Kantor Perkebunan dan Kehutanan sejak tahun 2004 lalu,melakukan gerakan rehabilitasi hutan mangrove dengan melakukan penanaman sedikitnya 1,4 jutapohon. Penanaman khususnya dilakukan di wilayah-wilayah yang kondisi hutannya sudah cukup kritis.Upaya penanaman kembali hutan pantai itu akan terus dilakukan sehingga kondisi kerusakan yang terjadi tidak terlalu parah. Penanaman kembali 1,4 juta pohon mangrove yang telah dilakukan di sejumlah wilayah yang kerusakan hutannya cukup parah, selain dapat meningkatkan kualitas sumber daya alam dan lingkungan juga hutan mangrove yang terbentu nantinya akan dapat menjadi pagar hidup dari abrasi. Selain itu proses reboisasi hutan mangrove sebagai wilayah hutan payau sekaligus untuk memulihkan kembali habitat flora dan fauna yang hidup di kawasan tersebut.Penambangan pasir pesisir dan laut untuk reklamasi, serta pembukaan hutan bakau untuk kawasan pertambakan memberikan dampak lingkungan terhadap ekosistem di kawasan pesisir tersebut.

Perubahan beach slope (gradien pantai) yang sebelumnya landai menjadi terjal adalah salah satu bukti kawasan pantai mengalami abrasi. Daerah breaker zone (gelombang pecah) yang tadinya jauh dari garis pantai sekarang telah berubah dekat pantai. Hal itu menunjukkan kawasan pesisir Indramayu mengalami perubahan yang destruktif. Terutama pengaruhnya di sekitar kawasan pesisir Dadap, Juntinyuat. Buangan minyak dari perahu-perahu motor, rumah tangga, dan pipa-pipa saluran minyak yang mengalami kebocoran lambat laun menyebabkan perairan Indramayu tercemar.

Pembuatan struktur pantai seperti tanggul pantai (sea wall), groin (groyne), dan penahan gelombang merupakan salah satu pemecahan masalah bagi problem abrasi pantai Indramayu. Langkah yang dianggap maju dan berwawasan lingkungan seperti penataan kembali ekosistem pantai Indramayu merupakan pemecahan masalah yang cukup tepat dan bijak. Sebagai contoh, penghijauan wilayah pesisir dengan hutan bakau dengan membuat sabuk hijau di sekitar wilayah pertambakan, yang disertai aturan dan sanksi bagi yang tidak mengindahkan lingkungan wilayah pesisir perlu ditegakkan.

Pemangkasan hutan mangrove di kawasan pesisir Indramayu dan sekitarnya untuk kepentingan pertambakan ikan merupakan salah satu bentuk intervensi manusia yang menimbulkan perubahan dinamika pesisir memicu terjadinya erosi pesisir di kawasan tersebut. Hasil survei menunjukkan adanya pantai di sekitar kawasan pesisir Dadap, Juntinyuat hingga Tanjung Ujungan mengalami erosi atau pantai mundur antara 1m hingga 10m per tahun.

Gambar 4

Pembibitan Bakau di Pesisir Cemara Kabupaten Indramayu

Area mangrove di Kabupaten Cirebon relatif sedikit karena adanya upaya penebangan oleh nelayan untuk pembuatan tambak. Namun sekarang ini mulai dilakukan penanaman mangrove oleh penduduk setempat di daerah pesisir seperti Kecamatan Babakan. Luas hutan mangrove (bakau) yang masih terdapat di pantai wilayah Babakan sekitar 0,25 ha (NSASD, 1999/2000).

Gambar 5

Mangrove yang Tumbuh di Muara Sungai Bondet Kabupaten Cirebon

Aliran Energi Pada Ekosistem Mangrove

Aliran energi dimulai dari cahaya matahari saat mangrove melakukan fotosintesa,nutrien dalam daun mangrove yang berguguran akan diurai oleh detritus di dasar perairan , lalu detritus dimakan oleh kerang-kerangan , udang/rebon,lalu dimakan oleh kepiting dan ikan kecil , kemudian dimakan lagi oleh ikan yang lebih besar , lalu yang terakhir di puncak (konsumen tingkat III) adalah bangau yang memakan ikan-ikan.

Ketika terjadi kerusakan pada ekosistem mangrove , maka aliran energi tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini akan menyebabkan organisme pada habitat tersebut kehilangan sumber energinya , karena ketika mangrove hilang , maka detritus akan mati , ikan kecil akan kehilangan makanannya , begitu pun seterusnya hingga pada konsumen paling puncak.

Kerusakan ekosistem mangrove akan menyebabkan aliran energi dan rantai makanan pada habitat tersebut terganggu. Fungsi mangrove sebagai tempat asuhan (nursery ground), tempat mencari makan (feeding ground), tempat berkembang biak berbagai jenis krustasea, ikan, burung,biawak, ular, serta sebagai tempat tumpangan tumbuhan epifit dan parasit seperti anggrek, paku pakis dan tumbuhan semut, dan berbagai kehidupan lainnya akan hilang.

FAKTOR PENYEBAB KERUSAKAN KAWASAN MANGROVE

Penyebab rusaknya ekosistem mangrove di Jawa Barat dan Banten, jika dilihat dari hasil penilaian umumnya bukan disebabkan oleh pencemaran air dan tanah di habitat mangrove. Hal ini dapat dilihat dari kualitas air maupun kandungan dan kedalaman pirit yang relatif baik bagi ekosistem amngrove. Kerusakannya yang terjadi sebagian besar disebabkan oleh pengalihfungsian kawasan mangrove menjadi lahan tambak, pertanian, permukiman, dan raklamasi pantai untuk kawasan wisata.

Sumber permasalahan kerusakan hutan mangrove daerah Jawa Barat disebabkan oleh empat hal ,

1.Kondisi kehidupan masyarakat (nelayan dan petani) pesisir Jawa Barat yang masih miskin akibat kurangnya lapangan pekerjaan dan usaha.

2.Penegakan hukum lemah. Rencana tata ruang dan peraturan pengelolaan mangrove tidak diimplementasikan secara tegas.

3.Konsistensi dan komitmen pemerintah daerah dalam pelestarian ekosistem mangrove masih rendah. Dimana undang-undang hanyalah aturan yang tinggal aturan , tanpa ada kesadaran hukum dari pembuat dalam hal ini pemerintah melalui DPR maupun masyarakat sebagai objek dari aturan itu sendiri.

4.Kesadaran masih kurang. Masyarakat masih berpikir masalah perut, sangat membutuhkan lahan untuk budi daya perikanan, pertanian, atau aset kepemilikan.

Semua itu disebabkan masih kurangnya pemahaman manfaat dan fungsi ekosistem mangrove.

Menjaga dan melakukan konservasi hutan mangrove sangat penting dilakukan. Sebab, hutan mangrove yang rusak akan mengakibatkan terancamnya desa-desa di pesisir pantai. Jika tidak dipelihara, dijaga dan kemudian yang sudah rusak ditanami kembali, maka ancaman terhadap abrasi pantai semakin tinggi. Ironisnya, kerusakan hutan mangrove itu sebagian besar dimaksudkan untuk meningkatkan ekonomi, termasuk mendatangkan investor pertambakan, perkebunan, serta permukiman.

Jangan biarkan pantai kita rusak terus akibat hilangnya ekosistem hutan bakau. Semua harus bergandeng tangan untuk menyelamatkan hutan bakau yang merupakan sumber kehidupan manusia maupun flora dan fauna. Jangan biarkan desa-desa pesisir pantai tenggelam akibat kerusakan hutan mangrove dan abrasi.

DAFTAR PUSTAKA

Anonymous, 1998. Pesona Alami Mangrove Pantai Timur Surabaya. Kelompok Pemerhati Lingkungan ECOTON Mahasiswa Biologi FMIPA UNAIR, Surabaya.

Budhiman, S. dan R. Dewanti. 1998. Pemanfaatan Data LANSAT-TM Multitemporal Untuk Mendeteksi Perubahan Mangrove di Subang Jawa Barat. Prosidings Seminar 17 Ekosistem Mangrove.Pekanbaru, 15-18 September 1998 : 179-193

Munisa, A. A. H. Oli, A. K. Palaloong, Erniwati, Golar, G. D. Dirawan, M. S. Hamidua dan R.G.P.Panjaitan. 2003. Partisipasi masyarakat mangrove di Sulawesi Selatan. http://tumoutou,net/702_07134/71034_13.htm.


KEPUSTAKAAN

http://irmaneka.wordpress.com/

http://alfiannurrachman.wordpress.com/

RIWAYAT PENULIS

Irman Eka Septiarusli , mahasiswa tingkat III  jurusan Ilmu Kelautan  Universitas padjadjaran ini dilahirkan di Bandung pada tanggal 15 September 1989. Aktifis penyuka ekonomi lingkungan yang sangat peduli pada isu perubahan iklim ini kini tengah  berusaha keras mengkampanyekan konsep “Green Ekonomi” bersama dengan LSM lingkungan yang berada di kota Bandung.

Categories: Marine Ecology

100 hari kerja Kabinet “Indonesia Bersatu Jilid II” penuh Intrik , Konspirasi , dan Kontroversi

100 hari kerja Kabinet “Indonesia Bersatu Jilid II” penuh Intrik , Konspirasi , dan Kontroversi .

Tentu kita masih ingat dengan kasus skandal bank century yang menyeret para pejabat negeri ini kedalam permasalahan kompleks yang belum terselesaikan .

Wakil presiden Indonesia , Budiono , dan menteri keuangannya , Sri Mulyani dianggap terlibat dalam skandal bank century dan menjadi kontroversial dalam masyarakat . Bahkan keduanya dituntut untuk non aktif selama kasus ini masih dalam penyelidikan .

Padalah seperti yang kita ketahui beberapa pekan sebelumnya para pejabat dan instansi pemerintahan negeri ini tercoreng dan mendapat predikat ‘BURUK’ akibat kasus Kriminalisasi KPK .

Slogan cicak Vs buaya yang ramai dibicarakan oleh masyarakat adalah salah satu implementasi dari kekecewaan terhadap instansi pemerintahan yang ada .

POLRI dan kejaksaan dianggap tidak becus , cacat hukum , dan penuh konspirasi dalam hal penegakan hukum .

Keduanya masih dapat dikendalikan oleh para makelar kasus dan para mafia peradilan .

Instansi pemerintah dibidang hukum seharusnya ada untuk sebuah keadilan , bukan sebagai ajang untuk korusi dan suap menyuap !

Disampin itu KPK sendiri masih dianggap kurang tegas dalam menangani masalah-masalah korupsi .

Tidak lama kemudian muncul kasus Prita Mulyasari Vs RS OMNI .

Dimana dalam hal ini keadilan hanya untuk mereka yang berkantong tebal . Sehingga mendorong masyarakat banyak untuk meneriakan suara keadilan dengan aksi sosial ‘koin untuk prita’ .

Beberapa hari berikutnya tersiar berita tentang seorang nenek tua yang mengambil 3 buah kakao yg sudah terjatuh ke tanah , lalu dihukum 5 bulan penjara karena dianggap telah mencuri oleh perusahaan besar pemilik perkebunan kakao tersebut .

Padahal sudah jelas bahwa kakao yang diambil adalah kakao yg sudah terjatuh di tanah dan sudah tentu tidak akan digunakan oleh perusahaan besar itu .

Kejadian-kejadian ini jelas membuat instansi pemerintah dan para pejabat di dalamnya semakin memiliki citra buruk dalam masyarakat .

Dibawa kemana amanat undang-undang dasar yang mengatakan bahwa negeri ini adalah negara hukum ?!

Mana slogan polri yg katanya untuk mengabdi , melayani , dan mengayomi masyarakat itu ?

Setelah itu muncul lagi hal kontroversial yang baru , dimana buku berjudul “membongkar gurita cikeas” ditengarai sebagai suatu fitnah terhadap pihak pemerintah .

Dalam buku tersebut dijelaskan tentang aliran dana century yang mengalir ke yayasan cikeas untuk kepentingan kampanye salah satu partai penguasa pemerintahan saat ini .

Pemerintah seperti kebakaran jenggot hingga melarang buku tersebut diterbitkan .

Ada apa ini ?

Padahal jika tidak merasa seharusnya tidak perlu menunjukkan sikap “lebay” seperti itu .

Masyarakat sekarang sudah cerdas , sikap seperti itu justru menimbulkan tanda tanya besar dalam opini publik .

Terakhir baru-baru ini Indonesia mengikat hubungan kerja sama internasional regional dengan negara-negara asia tenggara dan cina dalam KTT Asean .

Bukan KTT nya yang menjadi kontroversi , melainkan keputusan yang telah diambil dari KTT tersebut .

Yakni tentang “China Free Trade Agreement”, yang memutuskan bahwa negara-negara yang terikat dalam kerja sama ini saling menghapuskan pajak masuk dari negara yang tergabung dalam kerjasama tersebut , konsekuensinya adalah produk dari china yg di import ke negara kawasan asean akan terbebas dari pajak .

Marie Eka Pangestu yg menjabat menteri dalam kabinet sekarang adalah perwakilan Indonesia yang menyetujui putusan ini .

Lalu apa keuntungannya ?

Jelas , barang-barang produk china yang masuk ke Indonesia akan semakin murah dan terjangkau . Apalagi dewasa ini china telah menjadi pusat industri sekaligus jalur distribusi barang-barang untuk import . Bahkan perusahaan-perusahaan dari negara barat pun kini membuat cabang dan memproduksi produk merek di china untuk menekan harga distribusi penjualan .

Contohnya barang elektronik seperti handphone yg berasal dari eropa kini tempat produksinya di china .

Begitu pun notebook dan barang-barang lainnya yang di import untuk wilayah asean ,

Semua akan bertuliskan “made in china” .

Dengan adanya China Free Trade Agreement ini jelas barang-barang tersebut akan semakin murah harganya .

Tapi sadarkah kita akan kerugiannya ?

Berikut opini saya mengenai hal ini ,

Jika China Free Trade Agreement ini dijalankan , maka industri dalam negeri akan sulit bersaing , terutama Usaha Kecil Menengah(UKM) . Lalu untuk apa pemerintah mengadakan program UKM seperti PNPM Mandiri ?

Lebih baik hentikan program PNPM Mandiri jika putusan ini dijalankan , karena percuma saja , Produk dalam negeri akan kalah bersaing dan akhirnya hancur .

Jangankan ACFTA ini dijalankan , sebelumnya pun produk china sudah sangat banyak bergelimpahan di negeri ini , bahkan dengan harga yang lebih miring .

Bayangkan jika putusan ini tetap dijalankan . Tentu industri kecil dalam negeri lebih sulit bersaing harga .

Bukan bukan tidak mungkin industri dalam negeri yang sulit bersaing tersebut akan mengalami kebangkrutan , hingga akhirnya timbul PHK , akibatnya angka pengangguran di negeri ini semakin tinggi , dari situ timbullah kemiskinan yg semakin merajalela , lalu imbasnya adalah tindakan kriminal yg semakin banyak , lalu . . , lalu , bla . Bla . Bla .

Akan banyak sekali dampak negatif daripada keuntungannya dari hubungan internasional regional antara negara-negara asean dengan china ini , istilah globalisasi perdagangan terlalu naif mengingat negara ini masih berkembang dengan banyaknya industri kecil di dalamnya .

Jadi pada intinya adalah China Free Trade Agreement = Cikal Bakal Kehancuran Ekonomi Rakyat kecil .

Jadi akan lebih bijak jika pemerintah menarik diri dari kerja sama tersebut .

100 hari sudah kinerja kabinet pemerintahan ini dijalankan .

Mengingat program 100 hari kinerja pemerintah adalah ajang pembuktian kepada masyarakat akan kepercayaan mereka memilih pemimpinnya ,

Maka pertanyaannya adalah ,

“Apa yang pemerintah tunjukkan dan atau berikan pada masyarakat dalam kinerja 100 harinya ?

Jawabannya , entahlah . .

Mungkin kesengsaraan , atau mungkin juga ketidakadilan .

Materi referensi :

antaranews.com/…/acfta-ancam-industri-berbasis-pasar-dalam-negeri

politik.vivanews.com/…/114935-tidak_ada_dalam_uud_wapres_harus_non_aktif

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 406 other followers