100 hari kerja Kabinet “Indonesia Bersatu Jilid II” penuh Intrik , Konspirasi , dan Kontroversi


Tentu kita masih ingat dengan kasus skandal bank century yang menyeret para pejabat negeri ini kedalam permasalahan kompleks yang belum terselesaikan .

Wakil presiden Indonesia , Budiono , dan menteri keuangannya , Sri Mulyani dianggap terlibat dalam skandal bank century dan menjadi kontroversial dalam masyarakat . Bahkan keduanya dituntut untuk non aktif selama kasus ini masih dalam penyelidikan .

Padalah seperti yang kita ketahui beberapa pekan sebelumnya para pejabat dan instansi pemerintahan negeri ini tercoreng dan mendapat predikat ‘BURUK’ akibat kasus Kriminalisasi KPK .

Slogan cicak Vs buaya yang ramai dibicarakan oleh masyarakat adalah salah satu implementasi dari kekecewaan terhadap instansi pemerintahan yang ada .

POLRI dan kejaksaan dianggap tidak becus , cacat hukum , dan penuh konspirasi dalam hal penegakan hukum .

Keduanya masih dapat dikendalikan oleh para makelar kasus dan para mafia peradilan .

Instansi pemerintah dibidang hukum seharusnya ada untuk sebuah keadilan , bukan sebagai ajang untuk korusi dan suap menyuap !

Disampin itu KPK sendiri masih dianggap kurang tegas dalam menangani masalah-masalah korupsi .

Tidak lama kemudian muncul kasus Prita Mulyasari Vs RS OMNI .

Dimana dalam hal ini keadilan hanya untuk mereka yang berkantong tebal . Sehingga mendorong masyarakat banyak untuk meneriakan suara keadilan dengan aksi sosial ‘koin untuk prita’ .

Beberapa hari berikutnya tersiar berita tentang seorang nenek tua yang mengambil 3 buah kakao yg sudah terjatuh ke tanah , lalu dihukum 5 bulan penjara karena dianggap telah mencuri oleh perusahaan besar pemilik perkebunan kakao tersebut .

Padahal sudah jelas bahwa kakao yang diambil adalah kakao yg sudah terjatuh di tanah dan sudah tentu tidak akan digunakan oleh perusahaan besar itu .

Kejadian-kejadian ini jelas membuat instansi pemerintah dan para pejabat di dalamnya semakin memiliki citra buruk dalam masyarakat .

Dibawa kemana amanat undang-undang dasar yang mengatakan bahwa negeri ini adalah negara hukum ?!

Mana slogan polri yg katanya untuk mengabdi , melayani , dan mengayomi masyarakat itu ?

Setelah itu muncul lagi hal kontroversial yang baru , dimana buku berjudul “membongkar gurita cikeas” ditengarai sebagai suatu fitnah terhadap pihak pemerintah .

Dalam buku tersebut dijelaskan tentang aliran dana century yang mengalir ke yayasan cikeas untuk kepentingan kampanye salah satu partai penguasa pemerintahan saat ini .

Pemerintah seperti kebakaran jenggot hingga melarang buku tersebut diterbitkan .

Ada apa ini ?

Padahal jika tidak merasa seharusnya tidak perlu menunjukkan sikap “lebay” seperti itu .

Masyarakat sekarang sudah cerdas , sikap seperti itu justru menimbulkan tanda tanya besar dalam opini publik .

Terakhir baru-baru ini Indonesia mengikat hubungan kerja sama internasional regional dengan negara-negara asia tenggara dan cina dalam KTT Asean .

Bukan KTT nya yang menjadi kontroversi , melainkan keputusan yang telah diambil dari KTT tersebut .

Yakni tentang “China Free Trade Agreement”, yang memutuskan bahwa negara-negara yang terikat dalam kerja sama ini saling menghapuskan pajak masuk dari negara yang tergabung dalam kerjasama tersebut , konsekuensinya adalah produk dari china yg di import ke negara kawasan asean akan terbebas dari pajak .

Marie Eka Pangestu yg menjabat menteri dalam kabinet sekarang adalah perwakilan Indonesia yang menyetujui putusan ini .

Lalu apa keuntungannya ?

Jelas , barang-barang produk china yang masuk ke Indonesia akan semakin murah dan terjangkau . Apalagi dewasa ini china telah menjadi pusat industri sekaligus jalur distribusi barang-barang untuk import . Bahkan perusahaan-perusahaan dari negara barat pun kini membuat cabang dan memproduksi produk merek di china untuk menekan harga distribusi penjualan .

Contohnya barang elektronik seperti handphone yg berasal dari eropa kini tempat produksinya di china .

Begitu pun notebook dan barang-barang lainnya yang di import untuk wilayah asean ,

Semua akan bertuliskan “made in china” .

Dengan adanya China Free Trade Agreement ini jelas barang-barang tersebut akan semakin murah harganya .

Tapi sadarkah kita akan kerugiannya ?

Berikut opini saya mengenai hal ini ,

Jika China Free Trade Agreement ini dijalankan , maka industri dalam negeri akan sulit bersaing , terutama Usaha Kecil Menengah(UKM) . Lalu untuk apa pemerintah mengadakan program UKM seperti PNPM Mandiri ?

Lebih baik hentikan program PNPM Mandiri jika putusan ini dijalankan , karena percuma saja , Produk dalam negeri akan kalah bersaing dan akhirnya hancur .

Jangankan ACFTA ini dijalankan , sebelumnya pun produk china sudah sangat banyak bergelimpahan di negeri ini , bahkan dengan harga yang lebih miring .

Bayangkan jika putusan ini tetap dijalankan . Tentu industri kecil dalam negeri lebih sulit bersaing harga .

Bukan bukan tidak mungkin industri dalam negeri yang sulit bersaing tersebut akan mengalami kebangkrutan , hingga akhirnya timbul PHK , akibatnya angka pengangguran di negeri ini semakin tinggi , dari situ timbullah kemiskinan yg semakin merajalela , lalu imbasnya adalah tindakan kriminal yg semakin banyak , lalu . . , lalu , bla . Bla . Bla .

Akan banyak sekali dampak negatif daripada keuntungannya dari hubungan internasional regional antara negara-negara asean dengan china ini , istilah globalisasi perdagangan terlalu naif mengingat negara ini masih berkembang dengan banyaknya industri kecil di dalamnya .

Jadi pada intinya adalah China Free Trade Agreement = Cikal Bakal Kehancuran Ekonomi Rakyat kecil .

Jadi akan lebih bijak jika pemerintah menarik diri dari kerja sama tersebut .

100 hari sudah kinerja kabinet pemerintahan ini dijalankan .

Mengingat program 100 hari kinerja pemerintah adalah ajang pembuktian kepada masyarakat akan kepercayaan mereka memilih pemimpinnya ,

Maka pertanyaannya adalah ,

“Apa yang pemerintah tunjukkan dan atau berikan pada masyarakat dalam kinerja 100 harinya ?

Jawabannya , entahlah . .

Mungkin kesengsaraan , atau mungkin juga ketidakadilan .

Materi referensi :

antaranews.com/…/acfta-ancam-industri-berbasis-pasar-dalam-negeri

politik.vivanews.com/…/114935-tidak_ada_dalam_uud_wapres_harus_non_aktif

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: